5 Pertimbangan Wajib Sebelum Pindah ke Hybrid Cloud

Hybrid cloud adalah sebuah model layanan cloud computing yang menyediakan solusi cloud computing dengan menggabungkan cloud service yang berbeda. Dalam

hybrid cloud illustration

Hybrid cloud adalah sebuah model layanan cloud computing yang menyediakan solusi cloud computing dengan menggabungkan cloud service yang berbeda. Dalam bahasa sederhananya, hybrid cloud merupakan kombinasi dari private cloud dan public cloud. Meskipun terlihat rumit, banyak perusahaan yang sudah mulai menerapkan hybrid cloud ini. Dibalik kerumitan nya, hybrid cloud menawarkan fleksibilitas yang tetap mempertahankan kontrol penuh dan pengelolaan data serta aplikasi dengan penawaran yang diinginkan. Namun, jika kamu mulai tertarik untuk menerapkan hybrid cloud ini, pertimbangkan 5 hal ini sebelum memutuskan pindah ke hybrid cloud. Pertimbangan-pertimbangan dibawah ini dikutip dari artikel yang ditulis oleh Nick Ismail.

1. Kuasai Hal yang sedang Dikelola

Pertama, hal yang harus kamu lakukan sebelum memutuskan untuk beralih ke hybrid cloud adalah pahami dan kuasai terlebih dahulu apa yang sedang kamu kelola, khususnya bagi tim IT kamu. Misalnya tim IT kamu harus memahami profil beban kerja yang akan berjalan di cloud public dan private. Tidak hanya itu saja, memahami apa yang sedang terjadi pada aplikasi seperti bagaimana interaksinya dengan pengguna, menangani jaringan perusahaan, mengelola data, hingga pola keamanan dan kinerja. Menurut Nick, tanyakan pertanyaan seperti di bawah ini juga untuk pendekatan yang baik :

• Dimana kah beban kerja dijalankan? Apakah di cloud public, cloud pribadi, atau bahkan keduanya?

• Apa yang dilakukan masing-masing beban kerja untuk bisnismu, dan seberapa pentingnya bagi bisnismu?

• Siapa yang memiliki beban kerja dalam organisasimu dan siapa yang pertama kali dihubungi jika ada masalah?

2. Pahami Tata Kelola dan Keamanan

Kedua, tidak cukup hanya memahami apa yang dikelola, tapi kamu juga harus memahami tata kelola dan keamanan. Hal ini dikarenakan kedua hal tersebut  merupakan persyaratan yang mungkin didukung oleh perjanjian tingkat layanan dengan pelanggan atau dari tim manajemen senior perusahaan. Untuk memenuhi persyaratan ini, maka tim IT harus secara proaktif mengelola keamanan. Hal ini karena inti dari manajemen hybrid cloud adalah bagaimana IT menangani beberapa masalah seperti manajemen kebijakan, keamanan, dan kinerja.

3. Membuat Informasi “single pane of glass”

Ketiga, seperti yang sudah dijelaskan pada paragraf awal bahwa hybrid cloud adalah menggabungkan cloud private dan cloud public. Keduanya memiliki API dan sumber daya masing-masing sehingga mengelola hybrid cloud sama saja dengan mengelola kompleksitas. Maka dari itu, sangat penting untuk membangun “single pane of glass”.  Apa yang dimaksud dengan “single pane of glass”? Menurut artikel yang ditulis oleh Rouse, “single pane of glass” merupakan konsol manajemen yang menyajikan data dari berbagai sumber dengan tampilan yang terintegrasi. Kaca (glass), dalam hal ini, adalah monitor komputer atau layar perangkat seluler. Hal ini sangat berguna untuk menghemat sumber daya dan waktu administrasi kamu.

4. Pahami SLA Milikmu

Keempat, Hal yang harus kamu pertimbangkan selanjutnya adalah SLA (Service Level Agreement). Kegunaan SLA ini untuk ditetapkan dalam kontrak antara pengguna akhir (end user) dan penyedia cloud untuk memutuskan penyediaan layanan minimum. Tidak hanya menyangkut baseline kinerja yang baik untuk pengguna akhir, tetapi SLA juga tentang memberikan kinerja yang memenuhi harapan tertentu.

5. Pahami Alat yang Tersedia

Last but not least, tim IT kamu harus memahami terlebih dahulu alat yang tersedia. Jangan hanya berfokus pada sejumlah kecil alat manajemen saja, tetapi tim IT kamu juga harus memastikan alat memadai untuk mencakup area seperti platform manajemen cloud, manajemen API, kinerja, DevOps, keamanan, jaringan, sumber daya, manajemen platform dan lain sebagainya. Untuk mulai membangun infrastruktur yang sesuai, tim IT kamu dapat meninjau secara komprehensif bagaimana data direkap, dianalisis, disimpan, dan diambil.

Referensi :

https://www.techopedia.com/definition/15570/hybrid-cloud

https://www.blog.wei.com/hybrid-it-vs.-hybrid-cloud-whats-the-difference

https://www.information-age.com/5-essentials-managing-hybrid-cloud-environment-123469354/

https://searchconvergedinfrastructure.techtarget.com/definition/single-pane-of-glass

Gunakan NetMonk dan Dapatkan Konsultasi Gratis!

Konsultasi jaringan secara gratis dengan para engineer kami selama berlangganan NetMonk