Pro dan Kontra Cloud Computing

Apa yang dimaksud dengan cloud computing? Apa saja pro dan kontra dari cloud computing? simak artikelnya berikut ini.

Anda pasti setuju bahwa kita telah memasuki era di mana kehidupan kita semakin dimudahkan dengan adanya teknologi yang semakin canggih. Kita bisa dengan mudah dan instan mengirimkan data, berkomunikasi dari jarak jauh, hingga mudahnya melakukan penyimpanan data penting melalui teknologi yang dinamakan cloud. Apa yang dimaksud dengan cloud computing? Menurut Techopedia, cloud computing adalah penggunaan beberapa jenis layanan seperti software development platforms, servers, storage dan software, melalui internet, sering disebut sebagai “cloud”. 

Masih dalam kutipan dari artikel yang sama, secara umum cloud computing terdapat 3 kategori sebagai:

  • 1. Infrastructure as a Service (IaaS) contohnya seperti: DigitalOcean dan Amazon Web Services (AWS).
  • 2. Platform as a Service (PaaS) contohnya: Google App Engine, OpenShift, Windows Azure.
  • 3. Software as a Service (SaaS) contohnya: Google Apps (Docs, Spreadsheet, dll), Office 365, dan Adobe Creative Cloud atau PRTG on cloud.

Bagi perusahaan yang sudah memanfaatkan teknologi cloud maupun Anda yang belum dan ingin beralih ke cloud, agar lebih memahami betul dan membiasakan diri dengan dasar-dasar cloud, sebaiknya pahami juga tentang pro dan kontra dari cloud computing seperti yang kami rangkum dari artikel yang ditulis oleh Chris Preimesberger dan Kurt Marko. Simak penjelasannya berikut. 

Jika dibandingkan dengan on-premise dari segi biaya yang harus dikeluarkan, penggunaan cloud memang lebih pricey namun jika dilihat dari kepraktisannya, tentu cloud bisa menjadi alternatif atau pun pengganti on-premise. Berikut adalah beberapa pro dari cloud computing yang harus Anda ketahui:

1. Menurunkan biaya operasional.  

Jika dibandingkan dengan on-premise yang mengharuskan Anda untuk menyediakan alat dan segala sesuatunya di tempat, yang dapat membuat biaya operasional nya bisa lebih mahal. Berbeda dengan on-premise, cloud computing lebih simple karena semua hal yang Anda butuhkan tersimpan melalui internet sehingga Anda dapat menghemat biaya operasional perusahaan Anda dengan cloud computing ini. 

2. Kapasitas penyimpanan tanpa batas

Cloud menyediakan kapasitas penyimpanan tanpa batas yang tidak bisa Anda dapatkan dengan on-premise. Tidak hanya itu saja, biayanya juga lebih murah dibandingkan harus membeli perangkat keras dan perangkat lunak penyimpanan baru secara berkala. 

3. Mendukung mobilitas

Di mana pun dan kapan pun Anda berada, Anda dapat mengakses aplikasi, data, dan file yang Anda miliki dengan menggunakan teknologi cloud computing ini dengan catatan Anda memiliki koneksi internet yang aman dan baik.

4. Cadangan/pemulihan file dan data Anda secara otomatis

Pencadangan cloud merupakan layanan data dan aplikasi di server bisnis dicadangkan dan disimpan di server jarak jauh. Pemulihan dan mencadangkan data dan file penting ke cloud agar tetap tersedia untuk menghindari jika terjadi kegagalan sistem, pemadaman, maupun masalah lainnya. Anda dapat melakukan pencadangan file dan data secara otomatis ke server pribadi maupun perusahaan.  

5. Infrastruktur yang lebih andal

Anda dapat mengakses beberapa lokasi cloud yang menyederhanakan penerapan yang berlebihan. Hal yang perlu Anda ketahui bahwa beberapa layanan cloud menawarkan redundansi multisite bawaan.

Setelah Anda mengetahui apa saja pro dari cloud computing, sebaiknya Anda juga harus mengetahui kontra nya yang berguna untuk mempertimbangkan manfaat dan kerugiannya sehingga Anda dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat.

1. Bergantung pada konektivitas internet

Berbeda dengan on-premise, jika Anda menerapkan cloud computing untuk semua urusan di perusahaan, berarti Anda harus bergantung pada konektivitas internet setiap saat. Selain memudahkan pekerjaan Anda namun hal ini juga dapat menghambat apabila terjadi pemadaman listrik, saluran terputus dikarenakan konstruksi lokal dll. Untuk menghindari hal-hal tersebut, sebaiknya Anda juga harus memikirkan solusinya yaitu seperti hotspot cadangan (atau perangkat keras cadangan penyimpanan pribadi).

2. Rentannya pencurian dan kebocoran data

Seperti yang kita tahu, ada banyak penjahat cyber yang dapat mengancam kita kapan saja. Meskipun penyedia cloud Anda sudah terpercaya namun, Anda harus tetap waspada pada kejahatan cyber yang dapat menyerang sistem keamanan hingga bocornya data dan melaku3. kan pencurian data penting. Kebocoran data adalah pengungkapan informasi sensitif yang tidak sah melalui kerentanan pada lanskap digital. Ancaman ini biasanya dilakukan melalui web, email, maupun melalui perangkat penyimpanan data seluler Anda.    dapat 

3. Model keamanan bersama yang rumit

Selanjutnya adalah cloud computing memiliki model keamanan bersama yang rumit. Kebijakan dan manajemen keamanan dibagi antara pengguna dan penyedia. Memahami pembagian dalam tanggung jawab ini penting dikarenakan jika terjadi kesalahan maka dapat mengekspos data-data sensitif yang Anda miliki. 

Itulah beberapa pro dan kontra mengenai cloud computing yang sudah kami rangkum khusus untuk Anda. Jika Anda tertarik dengan cloud computing, Netmonk sebagai penyedia aplikasi monitoring jaringan Indonesia kini menyediakan sistem cloud yang dapat memudahkan Anda dalam monitoring perangkat jaringan perusahaan Anda. Bagaimana cara kerjanya? Kunjungi website kami atau hubungi tim marketing kami untuk mencoba free trial nya. 

Referensi:

https://searchcloudcomputing.techtarget.com/tip/Explore-the-pros-and-cons-of-cloud-computing

https://www.zdnet.com/article/cloud-computing-pros-and-cons/

https://www.techopedia.com/definition/2/cloud-computing

Gunakan NetMonk dan Dapatkan Konsultasi Gratis!

Konsultasi jaringan secara gratis dengan para engineer kami selama berlangganan NetMonk