HTTPS: Arti, Port Default, Kelebihan, dan Perbedaan

Ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan ketika membahas mengenai website, yaitu HTTPS. Apa sebenarnya HTTPS itu? Kepanjangan HTTPS sendiri

https

Ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan ketika membahas mengenai website, yaitu HTTPS. Apa sebenarnya HTTPS itu? Kepanjangan HTTPS sendiri adalah Hypertext Transfer Protocol Secure, dari pengertiannya sendiri kita dapat memahami kalau itu merupakan protokol pengiriman informasi/data yang dipakai untuk pengiriman di internet secara aman serta terenkripsi.

HTTPS sendiri sebetulnya pengembangan dari protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) yang biasa diterapkan untuk mengunjungi situs-situs di internet. HTTPS hadir dengan memanfaatkan protokol SSL/TLS (Secure Socket Layer/Transport Layer Security) untuk mengamankan proses pengiriman data antara server dan client (browser) supaya data itu tidak bisa dilihat dan dibaca oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

https
Photo by skylarvision (pixabay.com/id/users/skylarvision-2957633/)

Port Default HTTPS

Port default yang umum dipakai dalam layanan HTTPS adalah port 443. Ketika sebuah situs web menggunakan HTTPS, klien (browser) akan berkomunikasi langsung dengan server via port 443 seperti yang dilansir dari router-switch.com.

Secara default, ketika kita mengakses sebuah website yang menggunakan HTTPS, alamat URL yang diakses akan diawali oleh “https://” sehingga port 443 tidak perlu dituliskan secara eksplisit di dalam URL. Namun, jika server menggunakan port lain untuk layanan HTTPS, maka port tersebut harus dituliskan dalam URL, misalnya “https://www.website.com:8443”.

Kelebihan

HTTPS memiliki beberapa kelebihan dibandingkan HTTP, di antaranya: 

  1. Keamanan data: HTTPS menggunakan enkripsi SSL/TLS untuk mengamankan data yang dikirim antara server dan klien (browser), sehingga data tersebut tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berwenang. 
  2. Otoritas sertifikat: HTTPS menggunakan sertifikat digital yang diterbitkan oleh pihak otoritas sertifikat (CA) untuk mengautentikasi server dan menjamin keamanan komunikasi. Dengan begitu, pengguna dapat memastikan bahwa mereka berkomunikasi dengan situs yang sah dan terpercaya. 
  3. Peringkat SEO: Dilansir dari gotchseo.com, Google telah mengumumkan bahwa HTTPS adalah faktor peringkat untuk SEO, sehingga situs web dengan protokol HTTPS memiliki peluang lebih baik untuk tampil di halaman pertama hasil pencarian. 
  4. Perlindungan privasi: HTTPS melindungi privasi pengguna dengan mencegah serangan phishing dan man-in-the-middle, yang dapat mengambil alih data sensitif seperti kata sandi dan informasi kartu kredit. 
  5. Kepercayaan pengguna: Pengguna internet cenderung lebih percaya dengan situs yang menggunakan HTTPS karena mereka menunjukkan komitmen untuk menjaga keamanan dan privasi pengguna. 

Dalam kesimpulannya, HTTPS memberikan keamanan dan privasi yang lebih baik, serta kepercayaan pengguna yang lebih besar dibandingkan HTTP.

Perbandingan Perbedaan HTTPS dan HTTP

HTTPS dan HTTP merupakan dua protokol komunikasi yang digunakan untuk mengirim informasi dan data di internet. Walau keduanya memiliki fungsi yang sama, terdapat beberapa perbedaan antara HTTPS dan HTTP, antara lain: 

  1. Keamanan: HTTPS menggunakan enkripsi SSL/TLS untuk mengamankan data yang dikirim antara server dan klien (browser), sedangkan HTTP tidak menggunakan enkripsi sehingga data yang dikirim tidak aman karena rentan dilihat oleh pihak mana pun.
  2. Port: HTTPS menggunakan port 443 sebagai default port-nya, sedangkan HTTP menggunakan port 80 sebagai default port-nya. 
  3. Sertifikat digital: HTTPS memakai sertifikat digital yang diterbitkan oleh pihak otoritas sertifikat (CA) untuk mengautentikasi server serta menjamin keamanan komunikasi. Sementara itu, HTTP tidak menggunakan sertifikat digital sehingga rentan terhadap serangan seperti phishing.
  4. Kecepatan: HTTPS membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses data karena harus melakukan enkripsi dan dekripsi data. Kalau HTTP tidak memerlukan enkripsi sehingga lebih cepat dalam memproses data. 
  5. SEO: Walau Google telah mengumumkan bahwa HTTPS adalah faktor peringkat untuk SEO, situs web dengan protokol HTTP tetap masih dapat bersaing dalam hal peringkat di search engine.

Kesimpulannya, HTTPS lebih aman dan dapat melindungi data pengguna dari pengintipan atau penyadapan oleh pihak yang tidak berwenang. Apabila kamu ingin tahu lebih lanjut soal keamanan website, silakan baca artikel kami yang satu ini: Keamanan Website. Namun, HTTP masih umum digunakan karena lebih cepat dan memiliki biaya yang lebih rendah dalam implementasinya.

Gunakan NetMonk dan Dapatkan Konsultasi Gratis!

Konsultasi jaringan secara gratis dengan para engineer kami selama berlangganan NetMonk