sFlow : Penjelasan, Kelebihan, dan Batasannya

sFlow alias sampled flow mulai diperkenalkan pada tahun 1991 oleh HP. Menurut artikel yang diterbitkan oleh Opservices, adanya sFlow ini

router

sFlow alias sampled flow mulai diperkenalkan pada tahun 1991 oleh HP. Menurut artikel yang diterbitkan oleh Opservices, adanya sFlow ini sangat membantu tim IT dan administrator jaringan untuk mengatasi masalah terkait monitoring sehingga masalah yang ada jadi lebih mudah diatasi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan sFlow? Apa kelebihannya dan batasannya? Cari tahu selengkapnya dengan terus membaca artikel ini.

Secara mudahnya, sFlow merupakan penyederhanaan dari protokol NetFlow (NetFlow protocol). Menurut artikel yang diterbitkan oleh Iptrc, konsep dibalik sFlow ini adalah pengambilan sampel paket secara acak untuk mengetahui tren lalu lintas jaringan yang lebih luas. Sistem sFlow terdiri dari beberapa perangkat yang melakukan pengambilan sampel acak paket dan pengambilan sampel counter berdasarkan waktu. Setelah paket sample sFlow dan counter data dipulihkan kemudian dikirimkan kek kolektor sFlow sebagai datagram sFlow. Tidak seperti NetFlow, sFlow dapat mengumpulkan trafik dari OSI layer 2 hingga 7 karena tidak terbatas pada pemantauan lalu lintas IP.

sFlow dibagi menjadi 2 komponen yaitu sebagai berikut:

  • Agen sFlow (sFlow agent) adalah fungsi internal dalam switch/router yang mengumpulkan informasi dari paket keluar dan meneruskan sampel.
  • Kolektor sFlow (sFlow collector) merupakan fungsi yang dirancang untuk menganalisis informasi yang disampaikan oleh agen sFlow.

Batasan-batasan sFlow

1. Akurasi

Bagi sFlow, akurasi bukanlah masalah jika menggunakan laju sampel tinggi. Sebaliknya, jika pengguna gagal memastikan laju sampel cukup tinggi maka akan diberikan data sampel yang tidak dapat diandalkan dan tidak akurat. Untuk itu, Anda harus memastikan laju sampel cukup tinggi untuk mendapatkan pembacaan yang akurat.

2. Analisis Detail Paket Terbatas

Tidak seperti NetFlow, dalam penggunaan laju sampling sFlow tidak memberikan detail tingkat paket dari protokol. Dengan ini, Anda hanya dapat melihat paket acak dari keseluruhan paket yang dikirimkan. Hal ini memungkinkan Anda untuk menemukan tren umum tetapi hal itu meninggalkan celah besar dalam visibilitas Anda. Kesenjangan ini tentu tidak ideal untuk melakukan analisis yang lebih mendalam.

3. Perangkat Harus Kompatibel sFlow

Pastikan seluruh infrastruktur jaringan Anda mendukung protokol sFlow (sFlow protocol) sebelum menggunakan sFlow sebagai bagian dari strategi monitoring Anda. Kenapa? Karena jika jumlah perangkat yang mendukung sFlow ini terbatas jumlahnya maka akan melemahkan hasil Anda lebih jauh daripada teknik pengambilan sampel awal.

4. Terbatasnya Identifikasi Ancaman

Setiap kali sFlow melakukan pengambilan sampel acak, ada satu ton paket yang tidak dapat dilihat oleh pengguna. Hal ini buruk untuk identifikasi ancaman karena hal ini berarti Anda harus mengenali paket jahat dalam pengambilan sampel.  Ini dapat mengurangi peluang Anda untuk mendiagnosis serangan dan dapat membuat jaringan rentan terhadap penyerang luar.

Kelebihan Protokol sFlow (sFlow Protocol)

1. Pemecahan Masalah Jaringan

Secara konstan, masalah yang terjadi di lalu lintas terlihat dalam pola lalu lintas yang tidak normal. Dengan sFlow ini dapat membuat pola tersebut terlihat secara detail untuk identifikasi, diagnosis, dan koreksi yang cepat.

2. Mengontrol Kemacetan Lalu Lintas

sFlow dapat digunakan ketika memonitoring aliran lalu lintas secara terus menerus di semua port untuk langsung menyoroti tautan yang macet dan mengidentifikasi sumber lalu lintas ini. Tidak hanya itu saja, sFlow juga menyediakan informasi yang diperlukan untuk membangun kontrol yang efektif.

3. Keamanan dan Analisis Jejak Audit

Data sFlow dapat digunakan untuk akun dan membebankan biaya untuk penggunaan jaringan oleh klien. Mereka juga dapat digunakan untuk menyajikan kepada klien rincian dari total lalu lintas mereka, menyoroti pengguna dan aplikasi yang paling banyak dikonsumsi. Informasi ini memberikan kepercayaan pelanggan pada keakuratan tarif dan memberikan kontrol biaya yang lebih baik.

4. Profil Rute

sFlow dapat digunakan untuk membuat profil rute yang lebih aktif dan memverifikasi arus spesifik yang dibawa oleh rute-rute ini. Hal ini dikarenakan sFlow berisikan informasi yang diteruskan. Memahami rute dan arus memungkinkan optimalisasi rute, meningkatkan konektivitas dan kinerja.

5. Akuntansi dan Penagihan

Penggunaan jaringan yang terperinci diperlukan untuk mengumpulkan nilai yang akurat untuk layanan jaringan dan untuk memulihkan biaya dari layanan bernilai tambah. Data sFlow dapat digunakan untuk akun dan membebankan biaya untuk penggunaan jaringan oleh klien. Mereka juga dapat digunakan untuk menyajikan kepada klien rincian dari total lalu lintas mereka, menyoroti pengguna dan aplikasi yang paling banyak dikonsumsi. Informasi ini memberikan kepercayaan pelanggan pada keakuratan tarif dan memberikan kontrol biaya yang lebih baik.

Referensi :

https://www.itprc.com/sflow-vs-netflow/#What_is_sFlow

https://www.opservices.com/o-que-e-o-protocolo-sflow-e-equais-suas-vantagens/

Gunakan NetMonk dan Dapatkan Konsultasi Gratis!

Konsultasi jaringan secara gratis dengan para engineer kami selama berlangganan NetMonk