Pengertian dan Jenis – Jenis Malware

Malware merupakan file atau program yang dapat merusak jaringan, komputer, dan juga server. Perangkat lunak berbahaya ini bisa menghapus dan

Malware merupakan file atau program yang dapat merusak jaringan, komputer, dan juga server. Perangkat lunak berbahaya ini bisa menghapus dan mencuri data sensitif serta memantau aktivitas komputer pengguna hingga membajak fungsi komputasi inti. Tidak hanya itu, malware juga dapat merusak perangkat jaringan dengan menginfeksi jaringan atau perangkat yang telah dirancang pengguna. 

Terjadinya aktivitas yang tidak biasa pada perangkat pengguna seperti crash, hilangnya ruang disk secara tiba-tiba, kecepatan yang lambat, dan aktivitas internet yang tidak diinginkan mengalami peningkatan merupakan akibat dari serangan malware. Untuk mencegah hal tersebut, pengguna dapat menginstal perangkat lunak anti malware sehingga perangkat dapat mendeteksi dan menghapus malware. Selain menginstal perangkat lunak anti malware, penggunaan layanan monitoring jaringan juga bisa dijadikan salah satu solusi maupun langkah proaktif untuk memantau atau mendeteksi gangguan yang disebabkan malware. 

Terkena serangan dari malware pastinya akan sangat merugikan pengguna. Perangkat jaringan yang terkena penyebaran malware dapat terjadi karena beberapa cara. Contohnya melalui alat kolaborasi populer dengan unduhan drive-by yang kemudian secara langsung mengunduh program jahat tanpa sepengetahuan pengguna dan mengirimkan program berbahaya pada sistem dengan drive USB. 

Walaupun secara umum kerusakan yang ditimbulkan malware sama, akan tetapi malware memiliki beberapa jenis dan tujuan yang berbeda. Tujuan yang dimaksud adalah kerusakan yang dapat muncul pada perangkat pengguna. Untuk mengetahuinya, berikut jenis – jenis malware dan penjelasan terkait kerusakan yang ditimbulkan di bawah ini:

1. Ransomware

Jenis malware ini menggunakan enkripsi untuk menonaktifkan akses target ke data hingga pengguna memberikan tebusan yang biasanya berupa uang untuk mendapatkan datanya kembali. Menurut Cloudflare, encrypt atau enkripsi adalah cara mengacak data sehingga informasi tersebut hanya bisa dibaca oleh orang-orang yang memiliki aksesnya saja. 

2. Spyware

Spyware mengumpulkan data maupun informasi terkait perangkat atau aktivitas pengguna tanpa sepengetahuan mereka. Biasanya informasi yang diambil berupa informasi pembayaran, kata sandi, pin, dan pesan tidak terstruktur. Perangkat lunak berbahaya ini tidak terbatas penggunaannya pada browser desktop. Spyware juga bisa bekerja pada ponsel dan aplikasi penting lainnya.

3. Trojans

Trojan merupakan perangkat lunak berbahaya yang menyamar sebagai kode. Jenis malware ini bisa mengendalikan sistem milik korban dengan tujuan yang berbahaya. Hal ini terjadi setelah Trojan telah diunduh tanpa adanya kecurigaan oleh pengguna. Trojan biasanya dapat berada pada aplikasi, games, dan lampiran yang disertakan dalam email phising. 

4. Rootkits

Cara kerja Rootkits memberikan akses kepada pelaku untuk mengendalikan komputer milik korban dari jarak jauh. Rootkits dapat menyerang komputer melalui kernel, aplikasi, hypervisor, atau firmware. Jenis malware ini kemudian bisa menyebar melalui phising, unduhan berbahaya, dan lainnya. 

5. Adware

Adware melacak riwayat pencarian atau penjelajahan dan unduhan pada browser pengguna. Setelah melakukan pelacakan, riwayat unduhan digunakan Adware untuk menampilkan iklan pop-up yang menarik perhatian pengguna untuk melakukan pembelian. Data pribadi pengguna yang diambil Adware akan dikumpulkan sehingga aktivitas maupun informasi pribadi pengguna akan diketahui. Hal ini merupakan dampak yang pastinya akan merugikan pengguna saat perangkat terkena serangan Adware. 

6. Worms

Jenis malware ini dapat mencuri data sensitif, meluncurkan serangan DDos, hingga melakukan serangan ransomware. Worms bekerja dengan memanfaatkan dan menargetkan kerentanan dalam sistem operasi untuk menginstal sendiri ke dalam jaringan. Worms mendapatkan akses melalui beberapa cara, salah satunya melalui flash drive. Selain itu, akses dapat diperoleh melalui backdoors yang terpasang pada perangkat lunak.

7. Keyloggers

Keylogger adalah jenis spyware yang memantau aktivitas pengguna. Berbeda dengan jenis malware lainnya, Keyloggers dapat digunakan secara legal. Perusahaan yang menginstal Keyloggers menggunakannya untuk memantau aktivitas para karyawan. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan karena jenis malware yang satu ini dapat melacak aktivitas pengguna seperti halaman website yang dibuka, program, dan juga email.  

Walaupun dapat digunakan dengan tujuan positif, terdapat pelaku yang menginstal Keyloggers untuk tujuan yang bisa merugikan orang lain. Diantaranya seperti mencuri informasi perbankan, data kata sandi, dan informasi rahasia atau sensitif lainnya.

8. Virus

Terakhir, Virus merupakan jenis malware yang paling umum atau paling sering kita dengar. Virus dapat menyebar dengan menginfeksi program maupun file lainnya. Cara kerja jenis malware ini dengan menyisipkan bagian dari kode ke dalam aplikasi. Ketika berhasil masuk ke dalam jaringan, virus bisa melakukan serangan ransomware, mencuri data, dan juga meluncurkan serangan DDos.

Dilihat dari jenis-jenis malware yang telah disebutkan di atas, hampir semua jenis malware menimbulkan kerugian yang sama bagi pengguna seperti adanya pencurian data maupun informasi penting, serangan DDos, dan lainnya. Menyadari dampak berbahaya tersebut, setiap perusahaan atau bisnis perlu meningkatkan kewaspadaan mereka dan memberikan perhatian khusus dengan selalu memonitoring perangkat-perangkat yang dimiliki. Tindakan tersebut dapat membantu sebagai langkah pencegahan sebelum terkena serangan malware. 

Referensi:

https://www.crowdstrike.com/cybersecurity-101/malware/types-of-malware/

https://www.techtarget.com/searchsecurity/definition/malware

Gunakan NetMonk dan Dapatkan Konsultasi Gratis!

Konsultasi jaringan secara gratis dengan para engineer kami selama berlangganan NetMonk